www.babadnews.com
Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Opini | Indeks
1 ASN dan 2 Orang Tersngka, Polda Riau Sita 230.400 Batang Rokok Ilegal
Kamis, 28 Januari 2021 - 04:45:34 WIB
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU (BABADNEWS) - Tim Direktorat Polisi Air Polda Riau menggagalkan penyelundupan 230.400 batang rokok ilegal merek H Mild.  Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dua temannya diamankan sebagai tersangka.

Direktur Polair Polda Riau, Kombes Pol Eko Irianto, mengatakan penangkapan dilakukan di Perairan Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Senin (24/1) sekitar pukul 00.30 WIB.

"Penangkapan berawal ketika kapal IV-1009 melaksanakan patroli di Perairan Sei Guntung. Lalu petugad mendapatt informasi dari masyarakat tentang adanya rokok ilegal dari Batam. Rokok itu akan dibawa ke Kota Tembilahan," ujar Eko, Rabu (27/1).

Kemudian petugas meminta bantuan kapal patroli IV-2602 Sat Pol Airud Polres Inhil dan Ka Marnit Sei Guntung Bripka Gino Hinco untuk melakukan pengintaian.

"Pengintai dilakukan selama 5 jam. Lalu tim melihat speedboat yang mencurigakan, dan melakukan pengejaran. Petugas memeriksa pada koordinat N 0°20'26.1492'' E 103°36'27.8388'' terhadap muatan speedboat," ujar Eko, disampingi Kasubdit Gakkum Polair, AKBP Wawan Setiawan.

Ternyata, di dalam speedboat itu berisi kotak-kotak yang diduga rokok ilegal dari Batam. Ada 18 kotak atau 1.440 selop  dengan jumlah rokok 230.400 batang. Rokok itu tidak disertai surat-surat resmi.

Eko menjelaskan, tiga orang diamankan yakni Jun Kenedy (36) yang bertindak selaku nakhoda kapal, Elvi Munandar (38) yang merupakan ASN  Syahbandar Inhil selaku orang yang mengambil keuntungan dari penjualan rokok ilegal dan Arfan (40).

"Tersangka dan barang bukti dibawa ke markas kita untuk penyidikan lebih lanjut. Para tersangka sudah dilakukan penahanan sejak Selasa, 26 Januari 2021," tegas Eko.

Akibat perbuatannnya, Jun Kenedy dijerat dengan pasal 323 ayat 1 Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran sebagaimana diubah dengan UU RI No 11 th 2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 480 atat 1 KUHP. Sementara Elvi dan Arfan dijerat dengan Pasal 480 ayat 1 KUHP tentang penadah.

Kepada polisi, tersangka mengaku baru satu kali membawa rokok ilegal ke Inhil. Dia mengaku rokok itu milik IS, warga Sei Guntung.

"Pelaku inisial IS masih dalam pengejaran," kata Eko.

Penyidik masih melakukan pengembangan penyidikan, terkait keaslian merek rokok dan lainnya. Petugas juga masih mendalami merek rokok itu, apakah dibuat di Batam atau daerah lain. (MC Riau)




 
Berita Lainnya :
  • Dispora Pekanbaru Siapkan Bonus untuk Atlet Berprestasi di Porprov Kuansing
  • Program Bankeu RLH Riau di Pekanbaru Masih Tunggu Pencairan Tahap I
  • Oknum Pegawai BRI Tuanku Tambusai Pekanbaru Dipecat
  • Bantu Bawa KLA Utama, FW KLA Pekanbaru Bahas Program Kerja Tahun 2023
  • Anggota DPRD Riau Bersuara, Lebih Baik BLT Dihapus daripada Harga BBM Naik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Gantikan Wahyu Idris
    T Ardi Dwisasti Jabat Camat Bukit Raya
    2 UIN Suska Terbaik 4 Nasional Versi UniRank 2021, Khairunas: Ini Prestasi Bersama
    3 Bertemu Ketua KNPI Pekanbaru 2011-2014, M Yasir Peroleh Banyak Pelajaran BerKNPI
    4 Camat dan Lurah Pantau PPKM Mikro RW 04 Tangkerang Timur
    5 Satgas Covid 19 Kecamatan Jemput Pasien Terpapar Untuk Isolasi di LPMP
    6 Dilantik Ade Fitra, M Yasir Sah Jabat Ketua PK KNPI Binawidya 2021-2024
    7 OJK Siapkan Aturan Baru Crowd Funding untuk UMKM
    8 HAUL ke-26 Ponpes MM Bandur Picak, Yurnalis Paparkan Keinginan Gubri Cetak Penghafal Qur'an
    9 Mantap ! Naomy Angelica dari Riau Raih Gelar Puteri Pendidikan Indonesia 2020
    10 1 ASN dan 2 Orang Tersngka, Polda Riau Sita 230.400 Batang Rokok Ilegal
     
    Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2020 PT. BBMRiau Indo Pers