www.babadnews.com
Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Opini | Indeks
Waspada Tsunami Covid-19 India, Banyak Anak-anak Terpapar dengan Gejala Parah
Senin, 19 April 2021 - 11:15:12 WIB
TERKAIT:
   
 

(BABADNEWS)- India sedang dilanda gelombang kedua Corona yang sangat mengerikan.

Beberapa waktu lalu, negara itu tampak mampu mengendalikan pandemi sebelum akhirnya terjadi tsunami COVID-19 India.

Tak hanya dewasa, kelompok anak-anak di India kini juga mengembangkan gejala yang serius.

Para dokter telah mewanti-wanti orang tua untuk tidak membawa anak mereka keluar rumah karena gelombang kedua diprediksi lebih berbahaya dari sebelumnya.

Sebelumnya, virus Corona menunjukkan efek yang sangat ringan atau tidak ada efek pada anak-anak. Namun, dalam gelombang kedua, virus tersebut menjadi lebih parah untuk anak-anak maupun orang dewasa di bawah 45 tahun.

"Banyak kasus baru infeksi COVID-19 pada anak-anak datang pada gelombang kedua ini dan jumlahnya jauh, jauh lebih tinggi daripada sebelumnya," kata Dr Krishan Chugh, Direktur dan kepala departemen pediatri di Fortis Memorial Research Institute, Gurgaon, dikutip dari CNBC TV.

Pada kebanyakan anak yang terkena COVID-19, gejala yang muncul adalah demam ringan, batuk, pilek, dan masalah perut. Bahkan ada yang mengeluh badan sakit, sakit kepala, diare dan muntah-muntah.

"Ada beberapa kasus yang meningkat menjadi pneumonia, dan membutuhkan oksigen serta bantuan pernapasan lainnya," kata Dr Dhiren Gupta, dokter spesialis anak konsultan senior di Rumah Sakit Sir Ganga Ram di New Delhi

Beberapa anak juga melaporkan komplikasi yang lebih parah seperti sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) - kondisi peradangan langka dengan demam terus-menerus. Biasanya terjadi 2-4 minggu setelah timbulnya COVID-19.

"Kasus tsunami COVID-19 yang parah ini telah membanjiri infrastruktur perawatan kesehatan di negara bagian itu," kata Dr Shashank Joshi, anggota gugus tugas Covid Mumbai.

"Kali ini kami melihat orang-orang yang lebih muda antara 20 dan 40 menjadi terkena dampak serius dan bahkan anak-anak sekarang dirawat di rumah sakit dengan gejala yang parah. Kapasitas sistem perawatan kesehatan untuk bertahan semakin menyusut," paparnya kemudian.(**)

Sumber Berita: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Pertama di Indonesia, MUSANCAB 3 Kecamatan DKC Garda Bangsa Pekanbaru jadi Contoh Nasional
  • Chandra Yoga : Perlindungan Hukum Bagi Tersangka Tak Boleh Diabaikan Terutama Anak Anak
  • Malam Penutupan HUT ke 23 Pelalawan, DPD KNPI Imustiar Potong Tumpeng Di Stand KNPI
  • Damanhuri, Dipercaya Jadi Ketua Komisi Wasit dan Hakim Pertina Riau 2022-2026
  • Ditreskrimsus Polda Riau Usut Dugaan Kredit Fiktif Bank BUMD Rp1,8 Miliar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Gantikan Wahyu Idris
    T Ardi Dwisasti Jabat Camat Bukit Raya
    2 UIN Suska Terbaik 4 Nasional Versi UniRank 2021, Khairunas: Ini Prestasi Bersama
    3 Bertemu Ketua KNPI Pekanbaru 2011-2014, M Yasir Peroleh Banyak Pelajaran BerKNPI
    4 Camat dan Lurah Pantau PPKM Mikro RW 04 Tangkerang Timur
    5 Satgas Covid 19 Kecamatan Jemput Pasien Terpapar Untuk Isolasi di LPMP
    6 Dilantik Ade Fitra, M Yasir Sah Jabat Ketua PK KNPI Binawidya 2021-2024
    7 OJK Siapkan Aturan Baru Crowd Funding untuk UMKM
    8 HAUL ke-26 Ponpes MM Bandur Picak, Yurnalis Paparkan Keinginan Gubri Cetak Penghafal Qur'an
    9 Mantap ! Naomy Angelica dari Riau Raih Gelar Puteri Pendidikan Indonesia 2020
    10 1 ASN dan 2 Orang Tersngka, Polda Riau Sita 230.400 Batang Rokok Ilegal
     
    Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2020 PT. BBMRiau Indo Pers