www.babadnews.com
Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Opini | Indeks
Warga di Negara Ini Paling Suka Pamer Kekayaan
Kamis, 19 Januari 2023 - 07:09:10 WIB
TERKAIT:
   
 

(BABADNEWS) - Sebuah survei menunjukkan daftar negara paling sering memamerkan hartanya, seperti pembelian barang-barang mewah termasuk tas. Bank investasi salah satunya menunjukkan perkiraan total pengeluaran warga Korea Selatan, untuk pembelian barang-barang mewah mencapai 24 persen di tahun 2022 atau yakni $16,8 miliar.

"Itu jauh lebih banyak daripada $55 dan $280 per kapita yang dihabiskan masing-masing oleh warga negara China dan Amerika," menurut perkiraan ahli Morgan Stanley, dikutip dari CNBC, Rabu (17/1/2023). Menampilkan kekayaan juga lebih diterima secara sosial di masyarakat Korea. Survei McKinsey menemukan bahwa hanya 22 persen responden Korea yang menganggap pamer barang mewah sebagai hal yang tidak menyenangkan, dibandingkan dengan 45 persen orang Jepang dan 38 persen orang China. Permintaan barang mewah juga didukung oleh peningkatan kekayaan rumah tangga. Data Bank of Korea menunjukkan kekayaan bersih rumah tangga negara tersebut naik 11 persen pada tahun 2021. Sekitar 76 persen kekayaan rumah tangga di Korea adalah real estat, yang harganya telah meningkat secara substansial sejak tahun 2020. "Hampir semua selebritas besar Korea adalah duta merek dari rumah mewah terkemuka," catat laporan tersebut, seperti Fendi dan aktor Lee Min-Ho atau Chanel dan rapper G-Dragon. Dior menjadikan penyanyi Blackpink Rose sebagai wajah dari koleksi HardWear-nya, yang menurut rumah mode itu diterima dengan sangat baik dan menggandakan penjualan untuk lini tersebut. Dalam Journal of Personality and Social Psychology oleh Shreyans Goenka dan Manoj Thomas, orang yang suka pamer cenderung melihat struktur kelas atau hierarki sebagai kebajikan moral. Bagi mereka, masyarakat tidak harus setara, melainkan perlu diatur berdasarkan peringkat sosial. Orang-orang ini melihat perilaku pamer sebagai penguat peringkat sosial. Jadi, ketika orang memamerkan kekayaannya, mereka menandakan status mereka, yang diperlukan untuk menjaga tatanan sosial. Jadi, bagi orang-orang ini, barang-barang mewah dapat diterima karena pajangan tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral mereka. Temuan ini membantu menjelaskan mengapa beberapa budaya dan kelompok sosial menerima tampilan mewah sementara yang lain menghindarinya. Misalnya, budaya Barat dan kaum liberal kaya cenderung menghargai kesetaraan dalam masyarakat, tetapi budaya Asia dan kaum konservatif kaya cenderung menghargai tatanan sosial. Sumber : detik.com



 
Berita Lainnya :
  • Warga di Negara Ini Paling Suka Pamer Kekayaan
  • KPID Riau Desak KPI Pusat Berikan Teguran Tayangan Viral Fajar Sad Boy
  • Meriahkan HPN 2023, Gubernur Sumut Siap Sukseskan Ekspedisi Geopark Kaldera Toba
  • Main Lato-Lato Viral, Dewan Sebut Dapat Kurangi Gadget dan Ada Plus Minusnya
  • Ini Jadwal Penghapusan dan Keringanan Denda Pajak di Riau Berlaku 1 Februari 2023
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Gantikan Wahyu Idris
    T Ardi Dwisasti Jabat Camat Bukit Raya
    2 UIN Suska Terbaik 4 Nasional Versi UniRank 2021, Khairunas: Ini Prestasi Bersama
    3 Camat dan Lurah Pantau PPKM Mikro RW 04 Tangkerang Timur
    4 Bertemu Ketua KNPI Pekanbaru 2011-2014, M Yasir Peroleh Banyak Pelajaran BerKNPI
    5 Dilantik Ade Fitra, M Yasir Sah Jabat Ketua PK KNPI Binawidya 2021-2024
    6 Satgas Covid 19 Kecamatan Jemput Pasien Terpapar Untuk Isolasi di LPMP
    7 Pertama Di Indonesia
    Mal Vaksinasi Mulai Beroperasi di Jalan Melur, Sehari Sediakan 500-600 Dosis Vaksin
    8 OJK Siapkan Aturan Baru Crowd Funding untuk UMKM
    9 HAUL ke-26 Ponpes MM Bandur Picak, Yurnalis Paparkan Keinginan Gubri Cetak Penghafal Qur'an
    10 Mantap ! Naomy Angelica dari Riau Raih Gelar Puteri Pendidikan Indonesia 2020
     
    Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2020-2022 PT. BBMRiau Indo Pers