www.babadnews.com
Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Opini | Indeks
Rumah Sakit Disebut Terancam Kolaps Jika Pilkada Tetap Digelar
Ahad, 06 Desember 2020 - 21:53:24 WIB
TERKAIT:
   
 


(BABADNEWS)-Risiko rumah sakit kelebihan beban hingga kolaps disebut bisa terjadi jika pemerintah tetap menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.

Hal itu disampaikan koalisi warga pro-transparansi dan akurasi data penyebaran virus corona (Covid-19) atau LaporCovid-19 pada Minggu (6/12).

"Pemerintah hendaknya tetap menunda pelaksanaan pilkada hingga pandemi Covid-19 terkendali. Artinya, tidak ada pertambahan kasus Covid-19 baru, membaiknya testing, kontak lacak, dan fasilitas layanan isolasi bagi pasien Covid-19. Jika pilkada tetap berlangsung akan menimbulkan potensi kolapsnya rumah sakit beserta tenaga kesehatan kita," bunyi pernyataan koalisi LaporCovid-19.

Gelaran pilkada serentak memicu polemik lantaran diselenggarakan ketika Indonesia masih mencatat rekor harian kasus virus corona setiap harinya.

Pemerintah tetap menggelar hajatan politik tersebut meski sejumlah pihak telah mewanti-wanti risiko penularan bahkan klaster Covid-19 baru usai pilkada.

Koalisi LaporCovid-19 mengatakan dengan laju penularan yang masih tinggi, pilkada yang diselenggarakan di 270 daerah secara serentak dikhawatirkan bakal semakin meningkatkan skala wabah.

Kasus yang tinggi, kata koalisi itu, diperparah dengan cakupan pemeriksaan yang rendah dan jumlah alat tes PCR yang masih minim.

Berdasarkan data yang dikumpulkan para relawan koalisi LaporCovid-19, hingga 4 Desember, 270 kabupaten/kota yang melangsungkan pilkada masih memiliki kasus positif aktif corona yang tinggi dengan jumlah total kasus aktif sebanyak 43.377 orang.

Dari data tersebut, terdapat pula 21 wilayah yang memiliki lebih dari 500 kasus positif aktif, dan 65 kota/kabupaten memiliki lebih dari 100 kasus positif aktif.

"Angka kematian di berbagai wilayah yang menyelenggarakan pilkada juga meningkat, baik kematian yang terkonfirmasi positif maupun mereka dengan status probable. Jika merujuk pada panduan pencatatan kematian Covid-19 dari WHO, total jumlah kematian yang ada di 270 kabupaten/kota pilkada mencapai 12.945 orang," tulis koalisi LaporCOVID-19.

Lebih lanjut, kelompok masyarakat sipil itu menganggap keputusan DPR, pemerintah, dan penyelenggara pemilu untuk tetap melaksanakan pilkada nanti menjadi bukti bahwa pemerintah abai dengan kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat.

Sumber : CNNIndonesia.com




 
Berita Lainnya :
  • Warga di Negara Ini Paling Suka Pamer Kekayaan
  • KPID Riau Desak KPI Pusat Berikan Teguran Tayangan Viral Fajar Sad Boy
  • Meriahkan HPN 2023, Gubernur Sumut Siap Sukseskan Ekspedisi Geopark Kaldera Toba
  • Main Lato-Lato Viral, Dewan Sebut Dapat Kurangi Gadget dan Ada Plus Minusnya
  • Ini Jadwal Penghapusan dan Keringanan Denda Pajak di Riau Berlaku 1 Februari 2023
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Gantikan Wahyu Idris
    T Ardi Dwisasti Jabat Camat Bukit Raya
    2 UIN Suska Terbaik 4 Nasional Versi UniRank 2021, Khairunas: Ini Prestasi Bersama
    3 Camat dan Lurah Pantau PPKM Mikro RW 04 Tangkerang Timur
    4 Bertemu Ketua KNPI Pekanbaru 2011-2014, M Yasir Peroleh Banyak Pelajaran BerKNPI
    5 Dilantik Ade Fitra, M Yasir Sah Jabat Ketua PK KNPI Binawidya 2021-2024
    6 Satgas Covid 19 Kecamatan Jemput Pasien Terpapar Untuk Isolasi di LPMP
    7 Pertama Di Indonesia
    Mal Vaksinasi Mulai Beroperasi di Jalan Melur, Sehari Sediakan 500-600 Dosis Vaksin
    8 OJK Siapkan Aturan Baru Crowd Funding untuk UMKM
    9 HAUL ke-26 Ponpes MM Bandur Picak, Yurnalis Paparkan Keinginan Gubri Cetak Penghafal Qur'an
    10 Mantap ! Naomy Angelica dari Riau Raih Gelar Puteri Pendidikan Indonesia 2020
     
    Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2020-2022 PT. BBMRiau Indo Pers